Postingan

Menampilkan postingan dengan label haji

Mengurai Antrian Berhaji

Gambar
Kemenag Terus Upayakan Kurangi Panjangnya Antrian Haji Ditulis oleh  anggoro husni  pada  Jum, 13/05/2016 - 17:55 Medan (Sinhat)--Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) tidak akan berdiam diri untuk terus selalu mencari terobosan baru dalam rangka mengurangi  panjangnya antrian jemaah haji. "Kami memiliki data beberapa negara yang tidak memaanfaatkan koutanya secara maksimal. Nah ini yang kita upayakan untuk bisa kita gunakan meskipun permasalahan teknisnya tidak sederhana, karena ini terkait dengan pengurusan visa ditambah terkait dengan pemberangkatan dari mana dan seterusnya," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin saat peresmian gedung Revitalisasi Asrama Haji Medan, Jumat (13/5/2016). Oleh karenanya Lukman berpendapat apabila dirinya terus berkomunikasi dengan pemerintah Saudi Arabia dan  beberapa negara lain khususnya yang kouta hajinya tidak terserat 100 persen. "Maka perinsipnya kami ingin mencoba menc...

Pelunasan BPIH Tahap I

Gambar
Pelunasan Haji Reguler Tahap I Mulai 19 Mei Esok Ditulis oleh  Affan Rangkuti  pada  Sel, 17/05/2016 - 17:57 Jakarta (Sinhat)--Setelah terbitnya Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 21 Tahun 2016 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1437H/2016M pada Jumat (13/05/2016) lalu yang ditandatangani Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, calon jemaah haji sudah bisa melakukan pelunasan biaya haji Tahap I dimulai pada 19 Mei 2016. “Pelunasan biaya Haji Tahap I bisa dilakukan pada 19 Mei hingga 10 Juni 2016. Sedang pelunasan Tahap II dimulai pada 20 - 30 Juni 2016,” terang Menag saat konferensi pers tentang Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Reguler di Operational Room, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, Jakarta, Selasa sore (17/05/2016). Ikut mendampingi Menag, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil dan sejumlah pejabat eselon II dan III ...

Selamat Jalan Tamu Allah

Gambar
Labbaikallahumma Labbaik...  Kalimat ini selalu berkumandang di saat-saat keberangkatan Jama'ah Calon Haji (JCH) menunaikan Ibadah Haji ke Makkah Al- Mukarramah dan Madinah Al-Munawwarah. Rasa sedih dan haru tak terbendung mengiri keberangkatan sanak keluarga, meski segala prosesi sudah dilakukan secara keluarga dan lingkungan tempat tinggal, namun itu belum memadai hasrat untuk meluapkan rasa haru saat melepas keberangkatan, bahkan, andai diperbolehkan mungkin sampai ke tangga pesawat sekali pun. Hikmah yang dapat diambil dari kondisi itu hanyalah betapa sayangnya sanak keluarga melepas keberangkatan orang di cinta dan betapa mulianya sebagai tamu Allah ( dhuyufu ar-rahman ) meninggalkan orang-orang terkasih demi memenuhi panggilan Rabbi.  Lalu, rasa sedih itu hendaknya tak mesti berlanjut. Bagi Keluarga yang ditinggalkan terus-lah berdoa untuk kesehatan, keselamatan dan kemudahan bagi keluarga yang berangkat sehingga semua prosesi ibadah haji dapat terlaksana dengan...

PMA No. 29/2015 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler

Gambar
Sabtu, 30 Mei 2015, 06:15 – Batas Usia Pendaftar Haji Kini 12 Tahun Jakarta (Pinmas) —- Kementerian Agama telah menerbitkan Peraturan Menteri Agama ( PMA ) No 29 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler yang mengatur bahwa salah satu syarat mendaftar haji adalah berusia minimal 12 tahun. Artinya, mulai berlakunya  PMA  29/2015 ini, maka masyarakat Indonesia yang bisa mendaftar haji adalah mereka yang pada saat mendaftar minimal berusia 12 tahun. Aturan ini merupakan perubahan dari  PMA  No 14 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler yang tidak mengatur batasan usia minimal pendaftar haji. Pasal 4 ayat (1)  PMA  14/2012 mengatur bahwa syarat mendaftar haji adalah beragama Islam, sehat jasmani dan rohani (keterangan dokter), memiliki  KTP , memiliki Kartu Keluarga, memiliki akte kelahiran atau surat kenal lahir atau kutipan akta nikah atau ijazah, dan memiliki tabungan pada  BPS   BPIH  minimal sebesar ...

Berhaji Karena...?

Gambar
Berhaji Karena Allah,  Bukan Karena Olah  Indahnya kata terucap di mulut seorang muslim "saya berhaji ini karena Allah", beberapa tahun yang lalu saya mendaftar, sabar menunggu dan tahun ini baru bisa berangkat sesuai ketentuan. Saya bersyukur, niat saya menabung dari penghasilan sawah untuk menunaikan ibadah haji, Insya Allah terkabul dan saya berangkat haji ini karena Allah, dapat menyisihkan harta dari penghasilan hidup keluarga pas-pasan. Jika di lihat dari raut wajah dan matanya berlinang mungkin setiap orang yang melihat akan memberikan pendapat sama bahwa ucapannya lahir dari hati yang tulus bersahaja tanpa rekayasa...itu "berhaji karena Allah". Ada lagi ucapannya yang sama seperti itu, namun tidak mewakili dari sebuah ketulusan bahkan dapat dikatakan lebih cenderung basa-basi karena yang terucap bertolak belakang dengan proses yang dilakukan. Sebut saja, harta yang diperoleh dari jalan tidak halal, seharusnya belum porsinya berangkat tapi lewat lo...

Kok Gak Pake Gelar Haji

Gambar
Panggil Saya Pak Haji..! Ada orang yang bangga dengan gelar hajinya, tapi ada juga yang biasa saja bahkan tak mesti. Kisah nyata seorang pengurus rumah ibadah, yang pada saat itu diadakan kegiatan peringatan hari besar Islam di Masjidnya. Tiba saat kata sambutan si-pembawa acara menjemput dengan hormat 'sambil memanggil' nama pengurus dimaksud, namun yang dipanggil tidak beranjak dari tempat duduknya. panggilan itu sampai tiga kali, pada yang keempat kalinya yang bersangkutan interupsi dan berkata : "tolong tambahkan kata haji di depan nama saya, panggil saya Pak Haji...., gelar itu jauh saya jeput ke Makkah dan mahal ongkosnya" . Pada hadirin tersenyum dan si-pembawa acara pun menyampaikan mohon maaf atas kelirunya. Apa yang dapat dicermati dari kisah nyata itu? Mungkin gelar haji merupakan sesuatu yang membanggakan bahkan prestise seseorang. Atau bisa saja dengan maksud syi'ar agar orang-orang yang belum menunaikan ibadah haji dapat termotivasi, atau mena...

Renungan

Gambar
Nenek  Itu Menangis Tersedu       "apakah saya berdosa minta lebih dahulu berangkat" Ketika Praktek Manasik Haji berlansung, ada pemandangan yang cukup inspiratif, dimana seorang nenek terlihat dipandu staf KUA dan sesekali menggunakan kursi tetap bersemangat mengikuti bimbingan praktek dilapangan. Walaupun tidak maksimal kesana-kemari mengikuti prosesi paktek tawaf, sa'i, tahallaul, armina dan jamarat, namun terlihat ia berusaha untuk memahami sederetan ritual perhajian itu. Maklum, penyakit yang dideritanya pernah stroke dan saat ini dapat berjalan meski lemah.  Di sela kegiatan, saya hampiri beliau yang lagi duduk sendiri di kursi, sembari memberikan motivasi agar terus semangat. Beliau melihat dari kejauhan dimana jamaah yang lain sedang mengikuti praktek jamarat sambil berkata " maaf ya Pak, saya gak bisa ikut seperti mereka, kaki saya lemah", sungguh..seakan nenek itu merasa bersalah.  Satu hal lagi yang membuat hati tertegun, saat nenek...

Kewajiban Berhaji Hanya Sekali

Gambar
BERI KESEMPATAN YANG BELUM BERHAJI ITU BERNILAI  MABRUR Kewajiban muslim menunaikan Ibadah Haji hanya sekali seumur hidup untuk melengkapi lima rukun dalam Islam. Berangkat berulang-ulang menjadi hak bagi setiap orang dan tergantung kemampuannya, karena beribadah merupakan hak prerogatif dan hampir tidak ada larangan diluar dari  larangan yang sudah ditetapkan syar’i. meskipun demikian halnya tidak berarti bebas tanpa batas, perlu ada pertimbangan nilai kemanusiaan dan norma susila lainnya. Artinya, ibadah yang dijalankan tidak mengganggu atau terabaikan hak orang lain, dan meski punya kelapangan harta tapi orang-orang sekeliling masih butuh perhatian. Dan hampir dapat dikatakan bahwa tidak ada pembenaran boleh melakukan ibadah di atas ketergangguan pihak lain, di atas jeritan kelaparan para jiran tetangga. Mencermati penjelasan di atas yang berkaitan tentang menunaikan Ibadah Haji, pada saat ini semakin meningkat animo masyarakat menunaikan Ibadah Haji dan akhirnya ...

PROSES PERJALANAN IBADAH HAJI

Gambar
PROSESI PERJALANAN IBADAH HAJI A. PERSIAPAN SPIRITUAL 1. Persiapa Mental   Banyak beristighfar mohon keampunan dan bimbingan Allah SWT  Menyelesaikan permasalahan yang berhubungan manusia dan duniawi  Silaturahmi dan bermohon maaf kepada saudara/tetangga serta mohon  do’a restu. 2. Persiapan Fisik   Mempersiapkan bekal dan keperluan sehari-hari  Membawa perlengkapan ibadah  (bagi jamaah Gelombang II kain Ihram disimpan di Tas Tentengan ).  Memeriksa dokumen haji (SPMA, Buku Kesehatan, bukti Setor BPIH). B. PERSIAPAN PEMBERANGKATAN  1. Sebelum berangkat dianjurkan untuk shalat sunat dan berdo’a untuk keselamatan diri, keluarga dan jamaah haji lainnya. 2. Selama perjalanan dari rumah sampai Asrama Haji Embarkasi, dianjurkan memperbanyak zikir dan do’a, atau untuk memantapkan dapat juga bertalbiyah. 3. Di Asrama Haji Embarkasi a. Menyerahkan SPMA dan bukti setor lunas BPIH. b. Pemeriksaan kesehatan, menerima ...