Postingan

KUA Bisa Punya Bendahara Pembantu

Gambar
Jumat, 29 Mei 2015, 09:37 – Untuk Akuntabilitas  KUA Bisa Punya Bendahara Pembantu Jakarta (Pinmas) —- Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam kembali melakukan terobosan peningkatan akuntabilitas dan layanan publik pada sektor Kantor Urusan Agama ( KUA ). Pasalnya, mulai tahun depan, Kantor Urusan Agama ( KUA ) sudah bisa mengelola dana secara mandiri.  Unit terkecil dari Kementerian Agama di tingkat kecamatan itu sudah diperbolehkan mengangkat bendahara pembantu untuk meningkatkan akuntabilitas keuangannya sendiri. Hal ini disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bimas Islam Tahun 2015, Jakarta, Kamis (28/05). Menurut  mantan rektor  IAIN  Gorontalo ini, selama ini sejumlah  KUA  mengeluhkan terhambatnya penerimaan dana untuk  KUA  sebesar Rp 3juta/bulan akibat sistem birokrasi yang tidak efisien. Saat ini KUA  sudah diperbolehkan mem...

Bekerja dan Berdo'a

Gambar
Carut-Marut Negeri Ini... Yuk Cari Solusi  Semangat Bekerja dan Berdo'a. Saling menyalahkan bukan solusi bisa-bisa jadi perang argumen, saling buat statemen bisa tambah bingung yang kasihan rakyat yang tak tau apa-apa jadi korban. Lebih baik, semua anak bangsa ini mencari jalan keluar agar kehidupan membangun ekonomi dalam keluarga dan menerapkan dilungkungan sekitar masing-masing kita akan lebih baik, meskipun dalam bentuk usaha sederhana lakukanlah apa yang bisa kita perbuat. Lalu, terus berdo'a semoga Allah memberikan bimbingan dan kemudahan dari kesulitan yang dihadapi negeri saat ini.  Mari kita do'akan para pemegang amanah, para pemimpin agar sadar dan bertanggung jawab terhadap orang-orang yang dipimpinnya dan negeri yang diamanahkan ini adalah untuk kesejahteraan rakyat di negerinya sendiri.  Mari kita berdo'a agar negeri yang subur ini aman dari cengkeraman manusia dajjal, rakus dan tamak. Mari kita do'akan orang-orang yang berusaha merusak neg...

PMA No. 29/2015 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler

Gambar
Sabtu, 30 Mei 2015, 06:15 – Batas Usia Pendaftar Haji Kini 12 Tahun Jakarta (Pinmas) —- Kementerian Agama telah menerbitkan Peraturan Menteri Agama ( PMA ) No 29 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler yang mengatur bahwa salah satu syarat mendaftar haji adalah berusia minimal 12 tahun. Artinya, mulai berlakunya  PMA  29/2015 ini, maka masyarakat Indonesia yang bisa mendaftar haji adalah mereka yang pada saat mendaftar minimal berusia 12 tahun. Aturan ini merupakan perubahan dari  PMA  No 14 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler yang tidak mengatur batasan usia minimal pendaftar haji. Pasal 4 ayat (1)  PMA  14/2012 mengatur bahwa syarat mendaftar haji adalah beragama Islam, sehat jasmani dan rohani (keterangan dokter), memiliki  KTP , memiliki Kartu Keluarga, memiliki akte kelahiran atau surat kenal lahir atau kutipan akta nikah atau ijazah, dan memiliki tabungan pada  BPS   BPIH  minimal sebesar ...

Langgam Itu Langkah dan Ragam

Gambar
Bukan Hanya Langgam Tapi  Harus Langkah dan Ragam   Pembacaan ayat Al-Quran dengan langgam Jawa pada acara Isra' Mi'raj di Istana beberapa waktu yang lalu menuai kontroversi dengan mengemukakan dalil dan argumen masing-masing. Berbagai tanggapan adalah hal yang lumrah karena sesuatu sifatnya baru, jarang dan masih terasa asing di dengar. Hanya saja kontroversi itu tidak berlarut dan dapat memunculkan perpecahan dikalangan umat Islam. Sangat bijaksana bila perbedaan ini di bawa ke meja bundar, duduk bersama, bicarakan bersama dan sama-sama melihat sebesar apa untung-ruginya, plus-minusnya, atau maslahat-mudharatnya, sehingga diharapkan akan muncul kesepakatan (ijtima') para Ulama Indonesia.  Selain itu, jika di analisa lebih komprehenship, tentu tidak hanya sekedar Langgam tapi yang terpenting adalah bagaimana Al-Quran ini diaplikasikan dalam " langkah dan ragam" prilaku hidup keseharian" atau membumikan Al-Quran yang di-istilahkan Quraish Shihab. L...

Komentar Muchlis M. Hanafi

Gambar
Rasulullah Senang Mendengar Bacaan  Merdu dari Para Sahabatnya Jakarta,  bimasislam —  Meski   memiliki   suara   merdu ,  Nabi   senang   mendengar   bacaan   merdu   dari   para   sahabatnya . Abdullah  Ibnu  Mas'ud  sempat   terheran ,  mengapa   Nabi   memintanya   membacakan  Al-Quran,  padahal   Al-Qur `an  diturunkan   kepadanya .  Dalam   mendengar   dan   membaca   Al-Qur `an  tidak   jarang  air  mata   bercucuran   karena merasakan   keagungan   Tuhan  yang  menurunkan   Al-Qur `an. Kisah diatas disampaikan oleh Muchlis M. Hanafi, Pakar Pusat Studi Al-Quran (PSQ) Jakarta, saat menyampaikan topik hangat yaitu Kontroversi Bacaan Langgam Nuantara, pada Rapat Koordinasi Nasional 2015 Ditjen Bimas Islam, di Jakarta, Jum’at (29/5). Dikatakan Muchlis,, meski ban...

KRITIK TAK KONSTRUKTIF

Gambar
Rame-rame Menjelekkan Mo Jadi Apa Negara Ini Rame-rame anak bangsa ini mulai dari anak-anak sampai oarngtua, dari rakyat biasa sampai elit, mulai dari tak sekolahan sampai yang perguruan tinggi, dan dari orang jahat sampae orang baik masing-masing ngomongin, jelekin dan kritik tak konstruktif tentang kenyataan yang terjadi di bangsa ini. Nah, jika semua mengkrtik jelek, berpandangan sinis dan pesimis siapa lagi yang memuji, peduli kepada bangsa ini, Apa mungkin bangsa lain???.. Jika bukan kita siapa lagi, jika tidak sekarang kapan lagi.  Sepertinya meludah ke atas, mencoreng wajah sendiri, membuka aib sendiri yang akhirnya menjadi tau kelemahan sesungguhnya pada bangsa ini.... Kadang ada yang mengkritik setelah mendapat bagian dan tempat yang bagus akhirnya diem. Memanag prihatin.  Di sisi lain patut juga disesalkan mengapa sikap kesal muncul, karena yang di kritik 'masa bodo' bukan bersikap memperbaiki tapi makin melaknati, bukan sadar malah tambah kasar, bukan tob...

Berhaji Karena...?

Gambar
Berhaji Karena Allah,  Bukan Karena Olah  Indahnya kata terucap di mulut seorang muslim "saya berhaji ini karena Allah", beberapa tahun yang lalu saya mendaftar, sabar menunggu dan tahun ini baru bisa berangkat sesuai ketentuan. Saya bersyukur, niat saya menabung dari penghasilan sawah untuk menunaikan ibadah haji, Insya Allah terkabul dan saya berangkat haji ini karena Allah, dapat menyisihkan harta dari penghasilan hidup keluarga pas-pasan. Jika di lihat dari raut wajah dan matanya berlinang mungkin setiap orang yang melihat akan memberikan pendapat sama bahwa ucapannya lahir dari hati yang tulus bersahaja tanpa rekayasa...itu "berhaji karena Allah". Ada lagi ucapannya yang sama seperti itu, namun tidak mewakili dari sebuah ketulusan bahkan dapat dikatakan lebih cenderung basa-basi karena yang terucap bertolak belakang dengan proses yang dilakukan. Sebut saja, harta yang diperoleh dari jalan tidak halal, seharusnya belum porsinya berangkat tapi lewat lo...